SELAMAT DATANG DI OFFICIAL SITE ... DINAS SOSIAL PROVINSI KALIMANTAN SELATAN                                                                                                                                                                                       PENDUDUK MISKIN BERKURANG BILA ANDA IKUT PEDULI

Serita Sukses Crisyawati, Alumni Panti Sosial Bina Wanita (PSBW) Melati

Administrator | Kamis, 24 April 2014 - 13:05:24 WITA | dibaca: 13564 pembaca

Hidup susah sejak usia remaja telah dirasakan Crisyawati. Hidup menjanda saat masih berusia 20 tahun tak membuat harapannya untuk sukses pupus. Kini setelah mendapatkan pelatihan salon kecantikan, perempuan yang hanya lulus SD ini sukses mendirikan salon di kampung halamannya dengan omzet Rp8 juta per bulan.

 

TATAS DWI UTAMA, Banjarbaru


Suasana aula Panti Sosial Bina Wanita (PSBW) ‘Melati’ di Jalan A Yani Km 30 Guntung Payung, Banjarbaru,  Selasa pagi (22/4) sangat ramai. Ada ratusan perempuan yang berkumpul di tempat tersebut. Ya, masih dalam suasana peringatan Hari Kartini, PSBW ‘Melati’ menggelar reuni akbar angkatan 1 sampai 10. Angkatan pertama adalah para klien yang dibina sekitar tahun 2008.


Diantaranya puluhan mantan klien ada sosok yang menarik. Dia adalah Crisyawati. Pengalaman hidupnya yang pahit dan panjang diceritakan secara langsung kepada penulis. “Saya menikah pada 2001, saat usia saya masih belum genap 17 tahun,” ucapnya.

Perempuan kelahiran Muara Uya, 10 April 1984 ini menceritakan, kehidupannya sudah sulit sejak kecil. Karena kesulitan secara ekonomi, Kris-begitu ia akrab disapa-akhirnya putus sekolah saat menginjak kelas 2 SMP. Beberapa tahun tak punya kegiatan, orang tua Kris kemudian memintanya untuk segera menikah.  Dengan laki-laki pilihannya sendiri Kris kemudian menikah pada 2001. Pernikahannya ternyata tak bertahan lama. Tepat 3,5 tahun usia pernikahan, Kris memutuskan bercerai dengan suaminya.
“Awal menikah memang disuruh orang tua, kemudian karena tidak cocok lagi jadi saya memutuskan bercerai,” ungkapnya.

Perceraian ternyata menjadi awal pahitnya kehidupan Kris. Karena hanya lulus SD dan tak punya ketrampilan, Kris hampir putus asa. Ia makin putus asa saat kedua orangnya meninggal dunia. Ia pun bingung karena tak ada lagi yang menafkahinya.

Beruntung, Kris punya keluarga yang peduli. Ia kemudian hidup menumpang di rumah keluarga yang kebetulan masih satu kecamatan. Hidup menumpang ternyata tak seenak yang dibayangkan, apalagi Kris seorang janda yang tergolong masih muda.
“Namanya di kampung, saya dibilang janda, tidak ada kerjaan dan hidup numpang. Pasti banyak pandangan negatif dari masyarakat,” ujarnya.

Meski dipandang negatif, Kris tak menyerah. Ia tetap bertahan ditengah cibiran masyarakat. Sampai pada akhirnya ada seorang tetangga yang mengajak Kris ke Tanjung. Ia dibawa ke dinas sosial setempat. Setelah melalui berbagai proses, Kris akhirnya yakin dan mantap untuk menjadi klien di PSBW ‘Melati’ Banjarbaru.

Pada 2012, Kris memutuskan meninggalkan Muara Uya. Ia menjalani kursus salon kecantikan selama 6 bulan. Karena belum memiliki anak, Kris sangat fokus. Enam bulan menjalani kursus, Kris kemudian dikirim untuk magang selama 5 bulan di Salon Rudy Banjarbaru.
“Saat magang saya tidak mikir uang, yang penting saya punya pengalaman,” terangnya.
 Saat magang, Kris banyak mendapatkan pengalaman. Salah satunya mengenai perawatan tubuh wanita.


Pengalaman itulah yang menjadi modal Kris. Bersama seorang keluarga, ia memutuskan patungan membuka usaha salon kecantikan di Muara Uya. Ia memberi nama salonnya dengan nama Rumah Timung Miss Cahyani.
Meski berada di kampung, namun omzet salon tersebut cukup besar. Perbulannya, Kris bisa menghasilkan Rp5 sampai Rp8 juta. Kini usaha tersebut sudah berlangsung selama 1 tahun.
Tak hanya sukses di karir, Kris juga mulai menapaki babak baru kehidupan pribadi. Delapan bulan lalu ia memutuskan kembali menikah dengan pria satu kampung yang berprofesi sebagai pekerja swasta.


“Sekarang pandangan masyarakat mulai berubah, tidak dipandang sebelah mata lagi,” ujarnya.
Kris adalah satu dari sekian klien PSBW ‘Melati’ yang berhasil bangkit dari keterpurukan. Kepala PSBW ‘Melati’ Diyah Anur Yani menjelaskan, dulu panti tersebut dikenal sebagai panti yang membina eks wanita tuna susila. Kini, PSBW ‘Melati’ meluaskan fokus sasaran yakni Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). Yang dimaksud WRSE adalah wanita yang secara ekonomi sangat rentan karena tak punya skill dan pendidikan.
“Bisa eks PSK, eks tahanan wanita dan eks narkoba. Semua kita bina disini,” terangnya.
Dalam setahun, panti mampu mendidik 2 angkatan. Per angkatan dibatasi hanya 65 orang. Mereka direkrut dari 13 kabupaten dan kota. (yn/bin)

Sumber : Radar Banjarmasin

2952 Komentar

StevscurgeAM
22 Februari 2020 - 19:30:19 WIB
Isotretinoin For Sale Internet https://buyciallisonline.com/# - Buy Cialis Viagra Se Vende Bajo Receta <a href=https://buyciallisonline.com/#>online cialis</a> Buy now isotretinoin oratane
LesFurnbt
01 Maret 2020 - 13:34:09 WIB
Get Prednison Overcounter http://abuycialisb.com - Cialis Baclofene Autorisation <a href=http://abuycialisb.com>Cialis</a> Onlineviagraaustralia
StepAstemEP
13 Maret 2020 - 00:12:31 WIB
Amoxicillin And Refrigeration <a href=http://apcialisle.com/#>Buy Cialis</a> Propecia Enfermeria <a href=http://apcialisle.com/#>Buy Cialis</a> On line isotretinoin
SarambugEH
03 April 2020 - 07:07:44 WIB
How to reference a direct quote in an essay argumentative essay childhood obesity proofread my college application essay importance of school life essay.
<a href="https://dentalsell.com/write-my-papers/#"& gt;write my papers</a> The keys to finding grant funding opportunities and writing award-winning grant proposals are knowing where to find opportunities and understanding what funders want to read.
pleapeCK
06 April 2020 - 01:42:53 WIB
Not only should she be an inspiration for other young entrepreneurs, but her work should be acknowledged as a way to actually save lives. <a href="https://cfsinlimites.com/feueropal/">fe ueropal</a> Herodes corrodatur a vermibus et excedens de sede sua mortuus accipiatur a diabolis multum congau- dentibus. <a href="https://kursilesehan.net/persnlichkeitshoroskop -online-gratis/">persönlichkeitshoroskop online gratis</a> Opinion essay about job satisfaction essay on fashion trends among the youth what does professionalism mean essay. <a href="https://cfsinlimites.com/schwarze-maus/"&g t;schwarze maus</a>
ExporgoYT
06 April 2020 - 16:23:15 WIB
We write sales papers, custom papers for sale available to be purchased and refine our capabilities to make your order more perfect and writing more vivid. <a href="https://dentalsell.com/write-my-paper-cheap.htm l">custom paper</a> While we guarantee premium work to all our customers, we also understand that most students do not have a steady source of income, and are thus strapped for cash.
WOULGEEJ
07 April 2020 - 19:02:27 WIB
E should be able to warm up in some places, and it should be possible to change the materials it is covered with. <a href="https://herinsanbirkitap.com">herinsanb irkitap.com</a> Sea with their 350 limnic and 200 brackish ponds harbour 39 species of dragonfly, 26 of which are currently considered indigenous to theislands.
witomiEJ
08 April 2020 - 04:47:22 WIB
Efficacy and tolerability of rizatriptan for the treatment of acute migraine in sumatriptan non-responders. <a href="https://crmcontactform.com">crmcontactf orm.com</a> Multi-program or a symposium guest, the reactions to the unknown spices and compositions are always very positive.
swanieneEJ
08 April 2020 - 15:15:10 WIB
Omesh uses your birth date and time to access your astrological birth chart, or horoscope, a representation of the energetic vibration of the moment you were born. <a href="https://lapnl.org">lapnl</a> Both have in common that the entire nail has to be carefully painted over and not only the visibly ill area.
batHavidaUM
08 April 2020 - 19:16:49 WIB
cuanto sale el cialis http://onlinepharmacyero.com - buy cialis by paypal best buy for levitra


Nama

Email

Komentar



Masukkan 6 kode diatas)